Obat Aborsi Penggugur Kandungan

Obat aborsi atau obat penggugur kandungan yang biasa digunakan adalah misoprostol dan mifepristone. Karena sulitnya mendapatkan obat aborsi ini, wanita lebih memilih untuk membelinya secara online.

Seperti yang kita lihat di internet, obat ini banyak diperjual-belikan secara online dan sulit dipastikan apakah obat yang dikirimkan merupakan obat aborsi asli atau palsu.  Kalaupun membeli obat aborsi asli, juga belum tentu berhasil.

Ya. persentase keberhasilan aborsi menggunakan obat, lebih kecil dibandingkan aborsi secara langsung dengan dampingan dokter spesialis.

Tidak sedikit wanita yang telah gagal mengkonsumsi obat atau pil aborsi penggugur kandungan kemudian datang ke klinik aborsi Jakarta untuk menjalani tindak lanjut oleh dokter spesialis.

Obat Aborsi Misoprostol dan Mifepristone

Obat Aborsi Penggugur Kandungan

Kombinasi 2 obat aborsi inilah yang biasa digunakan untuk menggugurkan kandungan. Obat aborsi ini biasanya dapat digunakan untuk usia kehamilan maksimal 8 minggu. Meskipun begitu penggunaan obat aborsi hanya dapat dilakukan di klinik dan didampingi oleh dokter.

CARA ABORSI MEDIS

  1. Mengkonsumsi obat pertama (baik mifepristone atau metotreksat). Hal ini menyebabkan perdarahan atau flek, tetapi prosedur ini tidak lengkap.
  2. Dalam beberapa hari kemudian, anda harus mengkonsumsi misoprostol. Dalam beberapa jam setelah minum, anda akan mulai mengalami kram kuat dan perdarahan. Anda juga mungkin mengalami mual, muntah, diare, demam, menggigil, atau merasa lelah.
  3. Penting bagi Anda untuk melakukan checkup ke klinik atau rumah sakit untuk memastikan bahwa aborsi telah selesai. Dalam kasus aborsi tidak lengkap, anda mungkin perlu untuk mengambil dosis tambahan misoprostol atau hanya menunggu dan kembali untuk kunjungan lagi dalam satu atau dua minggu. Namun jika kehamilan masih terus berkembang, anda akan memerlukan aborsi aspirasi/vakum di klinik.

Walaupun kami telah menguraikan prosedur aborsi medis dengan menggunakan obat seperti diatas, namun kami sangat tidak menganjurkan metode ini dilakukan tanpa pengawasan dokter. Mengingat metode ini sangat berbahaya dan beresiko terhadap pasien bahkan dapat mengakibatkan pendarahan hebat apabila metode ini dilakukan tidak dengan cara yang benar.

Banyak yang datang ke klinik setelah mencoba mengakhiri kehamilannya menggunakan obat aborsi secara mandiri, dan kemudian mengalami pendarahan hebat namun kehamilan masih terus berlanjut. Ini membuktikan tindakan aborsi medis tersebut gagal dan sia-sia karena pasien tetap harus melakukan aborsi aspirasi/kuret untuk membersihkan sisa konsepsi yang tertinggal di dalam rahim.

Apabila tindakan tersebut tidak dilakukan, sisa-sisa janin di dalam rahim tersebut dapat menyebabkan infeksi dan memicu kanker rahim bagi sang ibu.

Apa efek samping yang biasa terjadi?

Misoprostol adalah obat sakit maag yang juga memiliki kontradiksi dapat menggugurkan kandungan. Cara menggugurkan kandungan dengan obat ini memiliki efek samping seperti : Sakit kepala, muntah, diare, kram hebat, pendarahan.

Penggunaan obat misoprostol dan mifepristone tidak diperbolehkan jika :
-Memiliki masalah pembekuan darah
-Memiliki penyakit anemia
-Memiliki Kegagalan adrenal
-Memiliki kehamilan ektopik
-Memiliki penyakit keturunan porfiria
-Alergi

“Janin saya bisa luntur kok setelah aborsi sendiri tanpa bantuan dokter dengan meminum obat penggugur kandungan”

Memang obat aborsi dapat melunturkan janin dan dapat menggugurkan kandungan, namun perlu ditekankan bahwa obat aborsi hanya sebatas menggugurkan; bukan menuntaskan. Setelah mengkonsumsi obat aborsi anda tetap membutuhkan tindakan medis seperti kuret atau vakum oleh dokter kandungan untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa janin yang tertinggal. Tentu anda akan mengeluarkan biaya dua kali dengan memilih cara tersebut.

Mencoba untuk menggugurkan kandungan sendiri dengan menggunakan obat aborsi, minum alkohol, dan buah nanas sangat berbahaya bagi kesehatan anda. Sisa-sisa janin yang tidak bersih masih tertinggal di rahim dan apabila tidak dilakukan kuret atau vakum dapat berakibat infeksi pada rahim dan mempengaruhi kehamilan anda berikutnya. Salah satu resiko yang ditimbulkan dari aborsi yang tidak tuntas adalah kista ovarium. Kista ovarium sulit untuk dideteksi karena tidak mempunyai gejala.

Obat aborsi seringkali menjadi pilihan pertama bagi wanita yang ingin menggugurkan kandungan secara sendiri. Mungkin karena sudah sulit untuk berfikir panjang, panik atau tidak memiliki cukup biaya untuk menggugurkan kandungan dengan dokter spesialis sehingga mereka mencari cara yang instan dengan menggunakan obat penggugur.

Aborsi dengan pil penggugur sulit untuk mengetahui apakah aborsi anda sudah tuntas dan bersih atau tidak. Selain itu, membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk melihat hasil aborsi. Menggunakan obat penggugur kandungan sebenarnya adalah hal yang merugikan dan tidak efektif. Ketika tindakan aborsi dengan obat tidak berhasil, anda akan membutuhkan biaya lagi untuk aborsi vakum di klinik aborsi.

Bahaya Obat Aborsi

Apa saja bahaya atau resiko yang muncul ketika menggunakan obat aborsi?

1. Kegagalan : Aborsi tidak tuntas -> Kehamilan berlanjut -> cacat lahir
2. Terjadinya pendarahan hebat
3. Infeksi pada rahim
4. Kerusakan rahim
5. Kram perut yang sangat menyakitkan
6. Kehamilan ektopik
7. mual, muntah, diare
8. Kematian

Itulah mengapa kami, Klinik Aborsi Raden Saleh tidak menganjurkan wanita memilih jalan dengan obat-obatan sebagai cara untuk menggugurkan kandungan. Lebih disarankan anda langsung berkonsultasi dengan dokter tentang cara aborsi apa yang sebaiknya digunakan. Anda bisa menghubungi call center yang tertera untuk membuat jadwal konsultasi dan pemeriksaan USG untuk kemudian melakukan tindakan aborsi secara tuntas hanya dalam waktu 1 hari tanpa rawat inap.

Baca : Proses Aborsi Kuret Dengan Dokter Spesialis