Menjamin Aborsi 100% Aman

Di saat aborsi menjadi sebuah kebutuhan karena faktor medis atau alasan lainnya, ketersediaan klinik aborsi legal sangat krusial dalam meningkatkan kelangsungan hidup perempuan.

Apakah yang membuat kami di Pusat Klinik Aborsi Medical Group yakin untuk menjamin keberhasilan aborsi sampai dengan 100%?

Sesuai penjelasan WHO, pengertian aborsi yang tidak aman adalah prosedur pengguguran kehamilan tidak direncanakan; dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai skill & pengalaman memadai atau di lokasi yang tidak memenuhi standar medis minimal, atau kedua-duanya. Sedangkan klinik aborsi legal adalah kebalikan dari semuanya itu.

Pusat Klinik Aborsi Jakarta memiliki semua yang diperlukan dalam penyediaan prosedur aborsi yang legal dan aman :

  • Lokasi klinik mendukung dan steril
  • Fasilitas pendukung yang memenuhi standar
  • Staf medis profesional dan berpengalaman
  • Metode aborsi yang tepat dan sesuai dengan SOP kesehatan obstetric dan ginekologi
  • Diagnosa akurat sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien
  • Checkup/kontrol 1 minggu pasca aborsi
  • Tanggung Jawab dan Garansi Kesehatan pasien

jaminan aborsi aman

Penjaminan keamanan aborsi bukan tanpa alasan. Pusat Klinik Aborsi selalu mengikuti perkembangan medis dan standar kesehatan internasional tentang penyiapan kondisi pasien mulai dari pra-tindakan sampai dengan perawatan pasca tindakan.

 

Penanganan Pra-Aborsi Yang Baik

Sebelum tindakan, Pusat Klinik Aborsi melakukan pengecekan mendetil untuk mengetahui usia kehamilan menggunakan alat USG. Penentuan usia kehamilan yang akurat sangat penting dalam penentuan metode aborsi.

Baca disini: Pentingnya USG dalam Proses Aborsi

Mulai dari konseling, USG, pengecekan panggul, gejala kehamilan yang dirasakan, bahkan pengecekan lab jika diperlukan.

Tidak hanya itu, kami memberikan informasi yang akurat dan menyeluruh kepada pasien sehingga pasien memahami prosedur apa yang akan diambil serta kondisi-kondisi wajar pasca aborsi.

Menjamin keberhasilan aborsi sampai dengan 100% bukan tanpa alasan. Kontrol atau check up pasca aborsi menjadi jaminan Pusat Klinik Aborsi untuk penuntasan tindakan.

 

Metode Aborsi Terkini

Berpegang pada standar WHO, kami hanya menyarankan prosedur yang aman dan tidak beresiko.

  • Terminasi kehamilan trimester pertama (usia sampai 3 bulan). Vakum aspirasi manual atau elektrik sudah banyak direkomendasikan oleh para dokter untuk menggantikan prosedur kuretase karena tingkat resiko yang lebih kecil.
    Aborsi dengan obat-obatan di rumah memang bisa digunakan untuk kehamilan di trimester pertama. Tetapi bukan berarti lebih baik. Banyak kasus jaringan tertinggal dalam rahim berujung pada komplikasi medis dikaitkan dengan metode obat-obatan. Jika ada kecurigaan akan hal ini, dokter kandungan akan memeriksa isi rahim melalui USG dan nantinya akan dilakukan prosedur yang diperlukan untuk pembersihan. Jadi kenapa harus dua kali kerja(pakai obat)?
  • Terminasi kehamilan sesudah trimester pertama. Pada usia kehamilan ini kami selalu menyarankan prosedur dilatasi & evakuasi (D&E). Penggunaan metode obat-obatan tidak disarankan saat janin sudah berada pada usia kehamilan di atas 14 minggu. Kesalahan prosedur pada trimester ini dapat menyebabkan tinggalnya sisa jaringan dalam rahim. Pilihan jenis anestesi juga akan diberikan berdasarkan permintaan pasien dan pengecekan riwayat kesehatan medis.

 

Perawatan Pasca Aborsi

Penginformasian melalui verbal dan tertulis tetap diberikan kepada pasien pasca tindakan. Instruksi-instruksi seperti mengatasi keluhan medis di rumah, penginformasian pendarahan pasca aborsi, pengawasan terhadap kemungkinan komplikasi, dan pertolongan pertama yang cepat saat komplikasi terjadi, semuanya akan diinformasikan setelah operasi selesai dilakukan.

Baca disini: Seperti Apa Perawatan Pasca Aborsi yang di Jalani Pasien

Banyak klinik yang menganggap ringan keluhan pasien sebagai kondisi medis wajar pasca aborsi. Pada beberapa perempuan, gejala awal komplikasi hampir mirip dengan kondisi pasca aborsi pada umumnya. Klinik yang tidak jeli melihat ini dapat membahayakan nyawa pasien.

 

Observasi Riwayat Kesehatan

Beberapa klinik hanya menawarkan prosedur tindakan tanpa melakukan pengecekan yang intensif. Pengecekan ini bisa berupa USG, tes lab, dan hanya sedikit klinik yang melihat riwayat kesehatan pasien. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kontraindikasi.

Di Pusat Klinik Aborsi, kami melihat kemungkinan-kemungkinan terjadinya komplikasi di luar faktor tindakan. Pengecekan riwayat kesehatan termasuk : penyakit genetik atau turunan yang relevan, riwayat medis obstetri dan ginekologi, pernahkah terjadi kehamilan ektopik sebelumnya, riwayat pendarahan abnormal, ada tidaknya infeksi penyakit menular seksual (STI), program medikasi lain yang sedang berjalan, dan alergi.

 

Pengecekan Fisik

Observasi rutin seperti tekanan darah dan detak jantung tetap menjadi tolak ukur yang dapat diandalkan. Selain itu pengecekan fisik secara manual melalui panggul dan uterus juga dilakukan untuk menghitung usia kehamilan. Beberapa perempuan bisa melakukan penghitungan usia kehamilan melalui penghitungan kalender. Tetapi banyak juga yang tidak. Faktor lainnya adalah lupa tanggal menstruasi terakhir.

Observasi uterus juga berpengaruh pada pertimbangan dokter kandungan mengenai adanya kondisi kehamilan bermasalah atau abnormal. Uterus perempuan hamil yang lebih kecil dari seharusnya bisa disebabkan oleh usia kehamilan sebenarnya tidak sebesar perkiraan awal, kehamilan ektopik, atau kegagalan aborsi sebelumnya. Sebaliknya, uterus yang terlihat lebih besar dari seharusnya bisa disebabkan usia kehamilan sebenarnya lebih besar, kehamilan lebih dari satu janin, adanya tumor, atau pasien mengalami hamil anggur.

Meski faktor-faktor medis tidak terduga bisa terjadi saat operasi berjalan atau pasca operasi, hal itu bisa ditekan dengan observasi yang mendetil pra-aborsi, perawatan yang intensif, dan penanganan indikasi medis pasca-aborsi yang cepat.