Menunda Kehamilan di Klinik Aborsi

menunda kehamilan klinik aborsi

Menunda kehamilan adalah suatu hal biasa yang dilakukan wanita yang belum siap memiliki momongan. Mereka memiliki alasan masing-masing untuk menunda kehamilan. Terkadang si wanita masih menempuh dunia pendidikan yang menuntut dia untuk tidak memiliki momongan dulu. Faktor ekonomi juga menjadi alasan pasangan yang ingin menunda kehamilan, terkadang suami masih belum mempunyai pekerjaan tetap atau tempat tinggal tetap. Namun, faktor yang paling sering adalah wanita yang menunda kehamilan dikarenakan masih ingin fokus berkarir. Mereka merasa sedang sibuk-sibuknya dalam bekerja, sehingga sulit membagi waktu antara pekerjaan dan mengasuh anak. Namun beberapa informasi menyebutkan menunda kehamilan dapat beresiko sulit mendapatkan keturunan di saat kehamilan berikutnya. Apakah itu benar? Apakah ada cara yang aman untuk menunda kehamilan agar tidak mempengaruhi “kehamilan yang diinginkan” nantinya? Mari kita simak informasi dibawah ini.

Menunda Kehamilan Untuk Pasangan yang Sudah Menikah

Cara menunda kehamilan yang umum adalah dengan menggunakan kontrasepsi. Ya, kontrasepsi merupakan alat yang disediakan khusus untuk menunda kehamilan. Kontrasepsi bermacam-macam jenisnya mulai dari pil, IUD, kondom, dll. Pada zaman yang sulit mencari nafkah seperti ini, banyak pasangan muda menunda mempunyai anak. Alasannya pun beraagam, antara lain pekerjaan belum tetap, gaji masih kecil, atau mungkin masih terlalu dini untuk hamil dan masih ingin menikmati masa-masa berdua dengan pasangan. Setiap wanita memang berhak menunda kehamilan. Namun upaya itu dilakukan dengan memilih kontrasepsi yang tepat berdasarkan anjuran dokter. Ini untuk menghindari sulitnya menghadirkan kehamilan berikutnya (yang diinginkan). Pasalnya, sering terjadi pasangan muda yang sulit hamil setelah kontrasepsi dihentikan pemakaiannya. Apakah itu sebuah misteri atau mitos?

Sekitar tahun 1970-an, sejumlah spesialis infertilitas barat melakukan penelitian pada kasus yang tidak diketahui penyebab utamanya secara klinis maupun laboratoris. Pada banyak pasangan ternyata tidak ditemukan kelainan organis seperti saluran indung telur bantu maupun kelainan fisiologis sebagai penyebab utamanya. Kemudian diteliti kemungkinan penyebab lain. Salah satu ialah adanya kemungkinan faktor antibodi antisperma pada wanita, Diteliti pula apakah penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB/suntik KB serta IUD dalam waktu yang lama menjadi penyebab meningkatnya antibodi antisperma. Selama penggunaan alat kontrasepsi, pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus terbentuk. Diduga inilah biang keladi si wanita menjadi sulit hamil. Jadi, dengan kata lain, dalam tubuh si wanita terlanjur timbul “konsepsi alami” yang menolak kehadiran sperma yang hendak membuahi sel telur.

Dalam kasus diatas, agar istri bisa hamil, suami dianjurkan melakukan terapi kondom. Dengan kata lain, Setelah konsepsi dengan suntik/pil dihentikan, selama 6-8 bulan berikutnya pasangan mesti menggunakan kondom ketika melakukan hubungan intim. Diharapkan selama itu antibodi akan menurun dan tidak ada lagi didaerah organ reproduksi sang istri.

Cara Menunda Kehamilan Untuk Pasangan pra-Nikah

Menunda kehamilan juga banyak dilakukan pada pasangan “pra-nikah” zaman sekarang yang sudah melakukan hubungan seksual. Zaman sekarang faktor pergaulan bebas semakin merasuki anak-anak muda. Klinik aborsi sudah menjadi solusi dizaman teknologi modern seperti sekarang ini. Klinik aborsi salemba sebagai tempat menggugurkan kandungan yang aman untuk mereka yang menunda kehamilan untuk alasan tertentu. Kalau memang teori pada penelitian tadi benar, hubungan semacam itu hanya akan membangkitkan respon imun dalam tubuh si perempuan terhadap komponen antigen laki-laki. Penelitian juga membuktikan, pada para wanita tuna susila banyak dijumpai efektor respon imun. Baik imun seluler maupun imun humoral yang dibawa oleh antibodi. Apalagi dalam semalam bisa berganti-ganti pasangan. Dalam hal ini tentu menguntungkan bagi para pekerja seks karena akan sulit mengalami kehamilan atau kalaupun mengalami pembuahan akan mudah terjadi keguguran.

Namun sekali lagi, hasil penelitian soal antibodi antisperma tadi masih menjadi pro dan kontra. Kalaupun karena masalah antibodi yang meningkat belum tentu karena konsepsi itu saja, tetapi mungkin bisa juga karena dalam tubuh si wanita secara alami terbentuk antibodi antisperma yang kuat. Kasus infertilitas/ketidaksuburan memang melibatkan banyak faktor.

Jadi, alat kontrasepsi apakah yang paling aman untuk menunda kehamilan dan terbebas dari segala kemungkinan diatas?
Sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi kondom. “Sarung pelindung” ini dipandang sebagai kontrasepsi terbaik dan teraman dari segi imunologis. Sebenarnya semua jenis kontrasepsi yang disebutkan diatas sah-sah saja digunakan. Toh juga kalaupun wanita tersebut susah hamil dikarenakan pengaruh kontrasepsi, mereka masih bisa menjalani terapi oleh dokter agar mudah memperoleh momongan. Efek itu tidak permanen. Namun alangkah baiknya, anda sebisa mungkin menggunakan kondom sebagai cara menunda kehamilan (alat kontrasepsi). Ia akan mencegah terjadinya pembuahan sekaligus mencegah kontak antara antigen pria dengan sistem imun wanita, sehingga antibodi pada tubuh wanita tidak meningkat.

Bagaimana jika menunda kehamilan apabila sudah terjadi pembuahan? maka anda membutuhkan tindakan aborsi oleh dokter dibidang Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Anda dapat datang kepada kami dan berkonsultasi dengan tim dokter Sp.OG yang kami miliki. Tempat aborsi berupa klinik dengan peralatan yang dijamin modern dan lengkap.

Baca : Efek Samping yang Dapat Terjadi Setelah Aborsi