Efek Samping yang Dapat Terjadi Setelah Aborsi

Membahas permasalahan medis memang tidak terlepas dari yang namanya efek samping. Hampir semua tindakan medis mempunyai efek samping yang bermacam-macam. Kondisi kesehatan atau kekebalan tubuh seseorang berbeda-beda, inilah yang menyebabkan setiap efek samping yang dialami seseorang berbeda pula. Disini akan membahas mengenai efek samping yang dialami setelah aborsi dengan dokter spesialis. Bukan aborsi dengan obat, bukan aborsi dengan makanan, atapun cara aborsi lainnya.

Efek samping yang terjadi setelah aborsi perlu diketahui setiap pasien. Mereka perlu untuk mendapatkan penjelasan mengenai kemungkinan efek samping yang terjadi sebelum dokter melakukan tindakan kuret/vakum. Biasanya untuk meminimalisir segala efek samping setelah aborsi, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik yang harus diminum selama 1 minggu setelah aborsi.

efek samping setelah aborsiBerikut ini Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah melakukan aborsi di klinik :
1. Nyeri pada perut
2. Mual
3. Muntah
4. Flek atau bercak seperti saat sedang haid

Kebanyakan mereka mengalami bercak/flek saja setelah melakukan aborsi. Flek-flek darah seperti saat sedang haid akan keluar selama 1 minggu setelah tindakan aborsi di lakukan. Mual atau muntah terjadi setelah aborsi biasanya disebabkan oleh sisa anestesi/bius. Biasanya itu tidak berlangsung lama.

Komplikasi yang lebih serius yang mungkin dapat terjadi

Meskipun komplikasi yang serius sangat jarang terjadi, akan tetapi penting untuk menyadari resiko yang dapat terjadi dikarenakan penanganan aborsi yang salah. diantaranya :
1. Pendarahan hebat atau persisten
2. Infeksi
3. Kerusakan leher rahim
4. Perforasi uterus
5. Apabila kompliasi serius bahkan dapat mengakibatkan kematian

Hal ini sangat jarang terjadi oleh dokter spesialis biasanya kejadian seperti ini terjadi karena kesalahan penanganan atau prosedur. Besar kemungkinan hal tersebut tidak di tangani oleh dokter yang ahli dibidangnya.

Baca : Menunda Kehamilan di Klinik Aborsi

Solusi Apabila Terjadi Komplikasi

Segera mencari bantuan medis dengan menghubungi dokter yang menangani anda ketika komplikasi berikut ini terjadi :
1. Nyeri perut/pinggang yang parah hingga anda sulit untuk berdiri
2. Pendarahan hebat yang melebihi periode menstruasi normal
3. Demam tinggi
4. Kehamilan berlanjut

Sekali lagi ditekankan bahwa tindakan aborsi (dengan vakum) sangat jarang terjadi komplikasi yang disebutkan diatas. Teknologi yang modern dengan metode induksi cenderung lebih aman daripada kuret/pengerukan. Jika ingin mendapatkan penanganan yang lebih aman, disarankan carilah layanan aborsi dengan vakum aspirasi. Tidak hanya itu saja, kualitas dan pengalaman dokter juga sangat penting dalam menentukan kesehatan dan keamanan sang wanita.